Fungsi Supervisi Pendidikan

Supervisi mempunyai fungsi penilaian (evaluation) dengan jalan penelitian (research) dan merupakan usaha perbaikan (improvement). Menurut Swearingen fungsi supervisi pendidikan adalah mengkoordinir semua usaha sekolah, memperlengkapi kepemimpinan sekolah, memperkuat pengalaman-pengalaman guna menstimulasi usaha-usaha yang kreatif, memberikan fasilitas dan penilaian terus menerus, menganalisa situasi belajar mengajar, memberikan pengetahuan kepada setiap anggota, mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar

Sedangkan peranan supervisi pendidikan adalah korektif, preventif, konstrukif dan kreatif dengan sasaran memperbaiki situasi belajar mengajar dan nieningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Dalam berbagai aktivitasnva supervisor turut sebagai partisipan, sebagai pimpinan (leadership) dan menstimulir kerjasama antar anggota. Tujuan supervisi bukan menyodorkan suatu teori tetapi menganjurkan sesuai kebutuhan dan untuk mengungkapkan beberapa karakteristik esensial teori. Supervisi menurut Sergiovanni dan Satarrat (1983) belum memiliki teori tetapi memiliki karakteristik. Suatu teori tentang praktek memperhatikan empat pernyataan kunci yaitu realitas dalam suatu konteks tertentu, apakah yang harus menjadi realitas, apakah peristiwa yang menciptakan realitas ini berarti bagi individu dan kelornpok, dengan ketiga dimensi ini apa yang harus dilakukan oleh supervisor.

Sejalan dengan pendapat tersebut Rifar (1987:37) mereduksi rumusan supervisi dari sejumlah para ahli antara lain dikemukakan sebagai berikut: (l) supervisi merupakan bantuan untuk mengembangkan situasi belatar mengajar yang lebih baik; (2) supervisi merupakan kegiatan untuk membantu dan melayani guru agar mereka dapat melaksanakan tugas mengajarnya lebih baik, (3) supervisi adalah proses peningkatan pengajaran, dengan jalan bekerja sama dengan orang-orang yang bekerja sama dengan murid. (4) supervisi berusaha meningkatkan hasil belajar murid melaiui gurunya. (5) supervisi merupakan bagian atau aspek dari administrasi, khususnya yang mengenai usaha peningkatan guru sampai kepada penampilan tertentu, dan (6) supervisi adalah fase atau tahapan dalam adiministrasi sekolah, terutama mengenai harapan dan tujuan tertentu dalam pengajaran.

Referensi:
Syailful Sagala. 2008. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Alfabeta Bandung



Jika tulisan di atas tidak sesuai dengan yang Anda inginkan, silahkan lakukan pencarian pada kolom dibawah ini:

0 comments:

Copyright © 2012 - Educationesia - is proudly powered by Blogger
is originaly created by Design Disease brought to you by Smashing Magazine