Awalnya, sertifikasi ISO dimiliki oleh para pelaku industri sebagai penanda bahwa produk mereka berkualitas. Namun, beberapa tahun ini, sejumlah institusi pendidikan pun mengajukan dan mendapat sertifikasi ISO. Mengapa institusi pendidikan membutuhkan sertifikasi ISO?  "Agar ada kesamaan bahasa antarinstitusi pendidikan di dalam dan luar negeri," jelas Kepala Badan Penjaminan Mutu Universitas Nasional Puji Hartoyo. 

Kesamaan bahasa yang dimaksud Puji adalah kesamaan indikator kualitas yang dimiliki suatu institusi pendidikan, dalam hal ini perguruan tinggi (PT). Pada dasarnya, ada tiga komponen sistem penjaminan mutu suatu PT yaitu pangkalan data, sistem pengendalian mutu internal (SPMI), dan sistem pengendalian mutu eksternal (SPME). Pangkalan data berisi hasil evaluasi tiap semester dari masing-masing program studi di PT. SPMI biasanya dijalankan oleh Badan Penjaminan Mutu yang dimiliki tiap PT, sementara SPME dijalankan oleh lembaga eksternal PT yang menguji dan memberikan sertifikasi, salah satunya sertifikasi ISO 9001:2008.

ISO 9001:2008 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (quality management system/QMS). Pada PT, indikator utama manajemen mutu adalah komitmen suatu PT dalam pendidikannya, terutama dalam usahanya menuju universitas bertaraf internasional.

Salah satu lembaga yang mengeluarkan sertifikasi ISO 9001;2008 adalah NQA. General Manager NQA Indonesia Yayak A Setyahadi menjelaskan ada enam kriteria penilaian yang ditetapkan dalam uji sertifikasi ISO 9001:2008. Keenam kriteria tersebut adalah pengendalian dokumentasi, pengendalian rekaman, pengendalian produk, audit internal, perkembangan produk (improvement), dan koreksi produk. Produk dalam PT adalah pendidikan yang diberikan suatu PT kepada mahasiswanya. Mutu pendidikan ini juga diukur dari tingkat kepuasan perusahaan yang menggunakan lulusan suatu PT.

Yayak menambahkan, pengendalian produk pendidikan dilihat dari relevansi dalam pengimplementasian kurikulum. "Misalnya, apakah ujian yang diselenggarakan suatu PT sudah sesuai dengan kurikulum pendidikannya, serta apakah lulusan yang dihasilkan suatu PT sesuai dengan kompetensi pendidikannya.  Audit internal mencakup inspeksi terhadap program-program pendidikan di suatu PT sesuai dengan standar-standar yang dibangun PT tersebut. Selain itu, suatu PT juga harus melakukan koreksi terhadap kesalahan-kesalahan yang mungkin mereka buat dalam rangka pengembangan diri," papar pria berkaca mata ini.
Bagi pembaca blog yang ingin membaca standar dalam bahasa Indonesia, silahkan melihat iso 9001:2008 Bahasa Indonesia melalui website; www.sintegral.com



Jika tulisan di atas tidak sesuai dengan yang Anda inginkan, silahkan lakukan pencarian pada kolom dibawah ini:

Copyright © 2012 - Educationesia - is proudly powered by Blogger
is originaly created by Design Disease brought to you by Smashing Magazine